Menggunakan Virtual Host di Localhost

Ketika melakukan debugging website, akan lebih mudah jika website Anda di localhost diakses dengan menggunakan domain virtual. Melanjutkan tutorial sebelumnya, berikut adalah cara mengubah akses website local Anda dari localhost/namaProject/public menjadi domain.dev:

  1. Buka folder apache/conf/extra di folder instalasi XAMPP Anda
  2. Edit file httpd-vhosts.conf
  3. Tambahkan baris berikut
    <VirtualHost *:80>
    ServerAdmin webmaster@dummy-host.example.com
    DocumentRoot "C:/XAMPP/htdocs/namaProject/public"
    ServerName domain.dev
    ServerAlias www.domain.dev
    ErrorLog "logs/domain.dev-error.log"
    CustomLog "logs/domain.dev-access.log" common
    </VirtualHost>
  4. Ubah DocumentRoot sesuai dengan lokasi folder public project Anda, bisa jadi nama folder public Anda juga berbeda
  5. Ganti ServerName dan ServerAlias sesuai keinginan, bisa menggunakan gTLD (generic top-level domain) selain .dev
  6. Sesuaikan path ErrorLog dan CustomLog untuk memudahkan proses debugging website

Tutorial Instalasi Laravel di Windows

Instalasi Laravel PHP Framework di Windows 8 cukup simple, syarat yang dibutuhkan hanya:

  • PHP versi 5.4++
  • Mcrypt (PHP Extension)
  • OpenSSL (PHP Extension)
  • Mbstring (PHP Extension)
  • Tokenizer (PHP Extension)

Bingung? Install saja XAMPP. Semua syarat di atas sudah disediakan oleh Apache HTTP Server yang dapat ditemukan di XAMPP control panel.

Setelah system requirement terpenuhi, kita dapat memulai instalasi Laravel:

  1. Download Composer, pilih Windows installer untuk menghemat umur, install
  2. Buka Command Prompt, jalankan:
    composer global require "laravel/installer=~1.1"
  3. Tambahkan baris berikut pada PATH environment variable (user variable):
    C:/Users/(nama user)/AppData/Roaming/composer/vendor/bin
  4. Navigasikan Command Prompt ke tempat instalasi Laravel yang diinginkan, jika ingin mudah bisa langsung di dalam folder htdocs dalam direktori instalasi XAMPP (supaya setelah install bisa langsung dicoba di web browser 😀 ), contoh:
    C:/XAMPP/htdocs/
  5. Jalankan command berikut, jangan lupa mengganti nama projectnya:
    laravel new namaProject
    Laravel akan secara otomatis membuat folder baru sesuai nama project

Instalasi Laravel sudah selesai, jika Apache Service sudah dijalankan, langsung saja mengintip hasilnya di http://localhost/namaProject/public. Jika instalasi berhasil, akan muncul halaman aneh berisi quote menarik yang berubah-ubah setiap kali di-refresh.

Konfigurasi opsional:

  • Ubah timezone & locale di config/app.php
  • Ubah nama app dengan menjalankan command berikut di direktori instalasi Laravel:
    php artisan app:name namaProjectBaru

Yang perlu diperhatikan:

  • Terkadang mengubah nama app mengakibatkan instalasi Laravel rusak (sorry), silakan mengulang instalasi (dari langkah ke-4), semoga bug ini segera di-fix oleh Laravel
  • Mengubah nama app tidak mengubah nama folder, hanya namespace (sepenuhnya opsional), nama app default ketika instalasi adalah “App”
  • Saat post ini ditulis, versi terbaru Laravel adalah versi 5, versi lain mungkin akan memiliki beberapa perbedaan dalam proses instalasi dan konfigurasi
  • Hasil instalasi ini masih mentah dan belum siap untuk di-deploy ke hosting (security warning), masih banyak konfigurasi yang akan dibahas di post-post selanjutnya, stay tuned!